Kabar Lobar - Mandalika, Simulasi pengamanan dan kontingensi untuk menghadapi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP 2026 digelar di Kuta Mandalika International Street Circuit, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan menjelang pelaksanaan ajang balap motor internasional di Sirkuit Mandalika.
Simulasi melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, pengelola kawasan serta sejumlah instansi terkait. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Dirut Operasional ITDC, Kapolda NTB, Kasrem 162/Wira Bhakti, Kapolresta Lombok Tengah, serta perwakilan Basarnas NTB dan Pemprov NTB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapan sekaligus pemberian arahan kepada personel dan unsur pendukung yang terlibat. Apel tersebut dipimpin Karoops Polda NTB bersama Kapolresta Lombok Tengah sebagai bagian dari pengecekan kesiapan sebelum simulasi dimulai.
Setelah apel, personel melaksanakan patroli skala besar di sekitar kawasan Sirkuit Kuta Mandalika. Patroli tersebut melibatkan personel yang tergabung dalam simulasi pengamanan untuk memperagakan pola pengamanan dan koordinasi antarsatuan apabila terjadi gangguan selama pelaksanaan MotoGP.
Skenario berikutnya memperagakan penanganan kebakaran yang dilakukan Tim Rescue SAR Brimob Polda NTB. Simulasi kemudian dilanjutkan dengan penanganan aksi unjuk rasa yang dibagi dalam tiga tahapan berdasarkan tingkat eskalasi situasi.
Pada Stage 1 atau zona hijau, kondisi digambarkan masih kondusif meskipun terdapat sejumlah konsentrasi massa yang hendak menyampaikan aksi. Situasi kemudian meningkat ke Stage 2 atau zona kuning, ketika massa mulai mendorong pembatas sehingga menimbulkan ketegangan antara massa dan petugas.
Tahapan terakhir masuk ke Stage 3 atau zona merah. Dalam skenario tersebut, massa digambarkan mulai melakukan tindakan anarkis, seperti merusak fasilitas publik, melakukan pembakaran dan menyerang petugas. Personel kemudian diperagakan melakukan tindakan sesuai prosedur pengendalian situasi.
Simulasi juga mencakup penanganan ancaman teror oleh tim Wanteror Gegana Satbrimob Polda NTB serta penindakan oleh Ditreskrimum melalui Tim PUMA Polda NTB. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peragaan kendaraan show of force sebagai bagian dari kesiapan pengamanan di kawasan sirkuit. (Red)

