Maju di Pilkades Karang Bongkot, Zubaidi Usung UMKM dan Infrastruktur sebagai Prioritas - Kabar Lobar

Maju di Pilkades Karang Bongkot, Zubaidi Usung UMKM dan Infrastruktur sebagai Prioritas

Share This
Satu Portal, Beragam Kabar

Kabar Lobar- LOMBOK BARAT, Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Bongkot, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, mulai menghangat. Zubaidi, pria kelahiran Perampuan tahun 1988, resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon kepala desa pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WITA.


Dengan mengusung visi “Tegas, Amanah, Transparan dan Membangun”, Zubaidi membawa sejumlah agenda prioritas yang berfokus pada pembenahan pelayanan publik, pemerataan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.


Zubaidi mengaku, keputusannya maju dalam kontestasi Pilkades berangkat dari keinginan untuk membawa perubahan dan mengangkat martabat Desa Karang Bongkot melalui pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.


Baginya, kemajuan desa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tumbuhnya ekonomi masyarakat, serta pelayanan pemerintahan yang transparan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.


“Fokus kami adalah bagaimana Desa Karang Bongkot bisa bangkit, masyarakatnya lebih produktif dan kreatif, serta potensi yang dimiliki desa dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” menjadi semangat yang diusung dalam pencalonannya.


Salah satu program yang menjadi perhatian Zubaidi adalah penataan gedung kantor desa beserta pembenahan sarana dan prasarana pendukungnya. Menurutnya, kantor desa harus mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menunjang kelancaran pelayanan administrasi.


Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan dusun juga masuk dalam agenda prioritas. Ia ingin akses jalan lingkungan mendapat perhatian secara merata di seluruh wilayah Karang Bongkot agar aktivitas masyarakat semakin lancar.


Di sektor kesehatan, Zubaidi turut menyoroti pentingnya penyediaan dan optimalisasi operasional mobil ambulans desa. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung respons cepat ketika warga membutuhkan pertolongan medis darurat.


Pembenahan fasilitas publik, menurutnya, perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran desa.


Tak hanya pembangunan fisik, Zubaidi juga menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu program unggulan yang ingin diperkuat apabila mendapat kepercayaan masyarakat.


Ia berencana mendorong pertumbuhan usaha lokal melalui pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.


Penguatan sektor usaha masyarakat diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.


Zubaidi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung pembangunan dan menyempurnakan program-program desa yang masih membutuhkan pembenahan.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait menjadi salah satu kunci agar potensi lokal dapat dikelola secara optimal.


Dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang disebut mencapai sekitar 5.900 pemilih, Pilkades Karang Bongkot menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan.


Zubaidi berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap gagasan pembangunan yang dibawanya. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, Karang Bongkot dapat tumbuh menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.


Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kepala desa, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap prosesnya.


Semangat itulah yang ingin dibawanya dalam kontestasi Pilkades Karang Bongkot: membangun desa dengan tata kelola yang amanah dan transparan, infrastruktur yang lebih baik, pelayanan publik yang optimal, serta masyarakat yang produktif dan kreatif


Pilkades bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan momentum menentukan masa depan desa. Zubaidi kini membawa gagasan dan programnya ke hadapan masyarakat, dengan harapan Karang Bongkot mampu bangkit melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga.