Mataram, NTB – Lapangan Dirgantara Lanud ZAM, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram satuan Komando Rayon Militer (Korem) 162/Wira Bhakti (WB) mendadak menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Bukan sekadar menyaksikan pertandingan, mereka datang membawa semangat kebersamaan dalam Turnamen Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Piala Panglima TNI yang digelar serentak di 101 titik di seluruh Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Di NTB, turnamen tersebut dibuka
oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int., “sebagai bagian dari
rangkaian kegiatan olahraga yang mempertemukan unsur TNI dan masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi gambaran bahwa olahraga dapat tumbuh dari
aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Dari Permainan Rakyat Menuju
Olahraga Prestasi
Turnamen ORADO Piala Panglima TNI
tidak hanya menghadirkan persaingan di meja pertandingan. Lebih dari itu,
kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, membangun sportivitas, sekaligus
membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dalam olahraga
domino.
Secara nasional, PB ORADO
dipercaya menyelenggarakan Turnamen Piala Panglima TNI 2026. ORADO sendiri
telah menjadi anggota resmi KONI dan turnamen ini diarahkan untuk memperkuat
pembinaan serta kompetisi olahraga domino.
Dalam kesempatan tersebut, pesan Komandan
Korem (Danrem) 162/WB yang dibacakan Kepala Staf Korem (Kasrem) 162/WB, Kolonel
Inf. I Made Alit Yudana menekankan pentingnya menjadikan turnamen sebagai
momentum mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan
dan sportivitas diharapkan tetap menjadi landasan selama pertandingan
berlangsung.
Menurutnya, “kehadiran turnamen
di NTB bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga memberikan ruang kepada
masyarakat untuk berkompetisi secara sehat, menjalin persaudaraan, serta
mengembangkan olahraga yang memiliki peminat luas,’ tergas nya.
Gubernur NTB: Semoga Menjadi
Olahraga Nasional
Gubernur NTB menyambut positif
pelaksanaan Turnamen ORADO Piala Panglima TNI di daerah tersebut. “Semoga
olahraga yang tumbuh dari tengah masyarakat ini dapat terus berkembang dan
suatu saat menjadi olahraga nasional,” tambah Gubernur NTB.
H. Lalu Muhammad Iqbal, menilai
antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan olahraga. Karena
itu, kegiatan seperti turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi,
tetapi dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Harapan tersebut sejalan dengan
perkembangan ORADO di tingkat nasional yang terus memperluas jaringan
organisasi dan kompetisi di berbagai daerah.
Kasdim 1606/Mataram Pimpin
Kepanitiaan
Kepala Staf Kodim (Kasdim)
1606/Mataram, Kolonel Arh Huwairy yang bertindak selaku Ketua Panitia
memastikan pelaksanaan turnamen di Lapangan Dirgantara Lanud ZAM berjalan
tertib dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia menyampaikan, “panitia
berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Mulai dari
kesiapan lokasi, teknis pertandingan hingga koordinasi selama kegiatan menjadi
perhatian agar turnamen berlangsung lancar,” tuturnya.
Bagi masyarakat NTB, kehadiran
ORADO Piala Panglima TNI menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Di tengah
suasana kompetisi, terlihat ruang perjumpaan yang mempertemukan TNI, pemerintah
daerah dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Dari Lapangan Dirgantara Lanud
ZAM, semangat olahraga rakyat itu pun menemukan panggungnya. Sebuah permainan
yang dekat dengan masyarakat kini mendapat ruang lebih luas untuk berkembang
menjadi olahraga prestasi.
Turnamen ORADO Piala Panglima TNI di 101 titik di Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat sportivitas, kebersamaan dan pembinaan olahraga domino secara nasional. Di NTB, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dari meja pertandingan menuju lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.

