Soroti Nasib Buruh Tani, STN NTB Siapkan Dialog Publik dan Launching Pengurus Baru - Kabar Lobar

Soroti Nasib Buruh Tani, STN NTB Siapkan Dialog Publik dan Launching Pengurus Baru

Share This
Satu Portal, Beragam Kabar

 

Kabar Lobar — Lombok Barat, Pimpinan Wilayah Serikat Tani Nelayan (PW STN) Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan menggelar Dialog Publik Peringatan Hari Tani Nasional 2026 sekaligus Launching Kepengurusan PW STN NTB 2026–2030 di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 24 September 2026.


Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.30 WITA hingga selesai tersebut mengangkat tema “Nasib Buruh Tani dalam Pusaran Kemiskinan Ekstrem” dengan estimasi peserta sekitar 100 orang dari unsur petani, buruh tani, mahasiswa dan masyarakat umum.


Berdasarkan dokumen Term of Reference (TOR), kegiatan tersebut digelar sebagai ruang refleksi, edukasi, konsolidasi dan advokasi untuk memperjuangkan hak-hak dasar buruh tani dan nelayan di Nusa Tenggara Barat.


Dalam latar belakang kegiatan, PW STN NTB menyoroti kondisi buruh tani yang disebut masih menghadapi berbagai persoalan, antara lain upah rendah, ketiadaan jaminan sosial, akses lahan yang timpang, krisis iklim, mahalnya sarana produksi pertanian serta lemahnya perlindungan hukum.


“Nasib buruh tani di Indonesia, khususnya di NTB dan di berbagai wilayah lain, masih terjebak dalam pusaran kemiskinan ekstrem,” demikian pokok persoalan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sebagaimana tertuang dalam TOR PW STN NTB, ungkapnya dalam isi surat yang telah beredar yang kini di himpun oleh Kabarlobar.com, Rabu, 23 September 2026.


Ketua PW STN NTB Lukmanul Hakim, S.Pd. tercantum sebagai pimpinan wilayah dalam surat pemberitahuan kegiatan. Sementara Fikrin, S.Sos., M.I.P. tercantum sebagai Sekretaris Wilayah sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan.

Adapun susunan kepanitiaan mencantumkan Ibrahim sebagai sekretaris, Eka Kurniati sebagai bendahara, Mahmud sebagai seksi acara, Ihwan Maedani sebagai seksi humas dan publikasi, Muh. Rizkiyadin sebagai seksi konsumsi, serta Ismail Fahmi sebagai seksi perlengkapan dan keamanan.


Dalam TOR, STN NTB mencantumkan sejumlah tujuan kegiatan, di antaranya memperingati Hari Tani Nasional 2026 sebagai momentum refleksi atas capaian dan tantangan reforma agraria di NTB, menyuarakan persoalan kemiskinan ekstrem yang membelenggu buruh tani, serta mendorong pemerintah daerah dan pemerintah pusat merealisasikan reforma agraria, perlindungan buruh tani dan program penanggulangan kemiskinan ekstrem berbasis desa atau pertanian.


“Kami ingin membangun konsolidasi dan solidaritas antaranggota Serikat Tani Nelayan NTB serta elemen gerakan tani-nelayan lainnya, sekaligus meningkatkan kesadaran publik dan generasi muda tentang pentingnya kedaulatan pangan serta nasib buruh tani,” demikian tujuan kegiatan yang dirumuskan dalam TOR tersebut.


Untuk agenda dialog publik, dokumen menyebut narasumber berasal dari unsur akademisi, pemerintah, dan perwakilan perempuan buruh tani. Namun, nama masing-masing narasumber dialog tidak dicantumkan secara spesifik dalam surat maupun TOR yang diterima.


Sementara itu, dalam susunan acara tercantum Pimpinan Pusat STN dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus orasi peringatan HTN 2026. Selain itu, Gubernur NTB atau pejabat yang mewakili dijadwalkan memberikan sambutan sebelum memasuki agenda utama dialog publik.


Rangkaian acara dijadwalkan dimulai dengan registrasi peserta dan kedatangan tamu undangan pukul 12.30–13.00 WITA, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. Setelah itu, agenda dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, sambutan sekaligus orasi peringatan HTN 2026 oleh Pimpinan Pusat STN, serta sambutan Gubernur NTB atau pejabat yang mewakili.


Agenda utama berupa dialog publik “Nasib Buruh Tani dalam Pusaran Kemiskinan Ekstrem” dijadwalkan berlangsung pukul 14.15–15.55 WITA. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan sesi foto bersama, ISHOMA dan penutupan.


Melalui kegiatan tersebut, PW STN NTB berharap peringatan Hari Tani Nasional 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk membahas persoalan buruh tani serta mendorong upaya nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat.


“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan peringatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat,” demikian harapan yang tercantum dalam penutup TOR kegiatan PW STN NTB.