Kabar Lobar – Lombok Barat – Sebuah gubuk kecil milik warga bernama Amak Mudirah di kawasan Longserang Barat Puncak, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, terbakar pada Selasa (13/10/2026). Dalam kejadian tersebut, pemilik gubuk mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan dilarikan ke Puskesmas Sigerongan untuk mendapatkan perawatan.
Kebakaran diduga bermula saat Amak Mudirah memasak air menggunakan kayu bakar sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah itu, ia meninggalkan gubuk untuk mencari sayuran di sekitar kebunnya.
Sekitar pukul 12.30 Wita, saat kembali dari mencari sayur, ia mendapati gubuknya telah terbakar. Dalam kondisi panik, Amak Mudirah berusaha menyelamatkan ternak sapi miliknya. Namun, dalam kejadian tersebut, ia mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
Karena tidak ada orang lain di lokasi kejadian, Amak Mudirah kemudian melaporkan kebakaran tersebut kepada kepala dusun setempat.
Sekitar pukul 13.00 Wita, Kepala Dusun Longserang Barat Puncak, Muhadi, S.Pd., menghubungi Babinsa Langko, Serka Faesal, serta kepala Desa Persiapan Longserang. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Barat.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita dan bersama Babinsa serta warga melakukan penanganan. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala karena lokasi gubuk berada sekitar 300 meter dari jalan utama, sementara jangkauan selang air Damkar hanya sekitar 100 meter. Kondisi akses yang terbatas menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran.
Gubuk yang terbakar akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga sekitar menggunakan peralatan seadanya. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Peristiwa ini menjadi perhatian terkait risiko kebakaran saat warga menggunakan api untuk keperluan rumah tangga maupun aktivitas di kebun. Warga diimbau tidak meninggalkan api atau bara kayu bakar tanpa pengawasan serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Selain itu, pemerintah desa dan aparat setempat diharapkan meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Ketersediaan akses menuju lokasi yang rawan kebakaran juga menjadi hal penting untuk diperhatikan agar petugas dapat melakukan penanganan secara lebih efektif ketika terjadi keadaan darurat.

