Kemarau Panjang, Pemkab Lombok Barat Gelar Sholat Istisqa dan Do'a Bersama di Giri Menang Park - Kabar Lobar

Kemarau Panjang, Pemkab Lombok Barat Gelar Sholat Istisqa dan Do'a Bersama di Giri Menang Park

Share This
Satu Portal, Beragam Kabar


Kabar Lobar – Lombok Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Giri Menang Park, Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (7/10/2026) pagi.


Sholat Istisqa yang dimulai sekitar pukul 07.45 Wita tersebut diikuti sekitar 500 orang yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) jajaran Pemkab Lombok Barat dan masyarakat setempat.


Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, S.Th.I., Pj. Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Saeful Ahkam, S.Ag., M.Hum., para staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua BAZNAS Lombok Barat TGH Muhammad Taisir Al-Azhar, Lc., S.Ag., MA, para camat se-Kabupaten Lombok Barat, serta lurah se-Kecamatan Gerung.


Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih.


Sholat Istisqa dipimpin Ustadz Zamroni, S.Pd., dan dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah itu, tausiah disampaikan Tuan Guru H. Lalu Patimura.


Dalam khotbahnya, Tuan Guru H. Lalu Patimura mengajak masyarakat menjadikan pelaksanaan Sholat Istisqa sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT.


Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi merupakan ujian bersama. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga para petani yang menunggu turunnya hujan untuk memenuhi kebutuhan pertanian.


Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperbaiki diri dari berbagai kesalahan, termasuk kelalaian, penyalahgunaan amanah, perbuatan zalim, serta tindakan yang dapat merusak lingkungan.


Dalam khotbah tersebut juga ditekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ketakwaan. Masyarakat diajak menjaga sumber mata air, hutan, daerah resapan air dan lingkungan sekitar agar tetap lestari.


Konsep tersebut disebut sebagai bentuk takwa ekologis, yakni bagaimana nilai-nilai ketakwaan tidak hanya diwujudkan dalam aktivitas ibadah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan.


Melalui Sholat Istisqa tersebut, masyarakat diajak menundukkan hati dan memohon pertolongan Allah SWT. Momentum kekeringan juga diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, meningkatkan amal kebajikan dan sedekah, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang dan kebutuhan terhadap ketersediaan air yang semakin dirasakan.