Jakarta, KabarLobarId —
Sebuah babak baru pertahanan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dimulai.
Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional
Indonesia (TNI), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah Militer (Kodam) XXX/Rinambora di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin
(5/10/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian
dari pengembangan organisasi TNI. Secara keseluruhan, Presiden Prabowo
meresmikan 204 satuan baru TNI yang mencakup unsur TNI Angkatan Darat, TNI
Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Enam di antaranya merupakan Komando
Daerah Militer (Kodam) baru, termasuk Kodam XXX/Rinambora untuk wilayah Nusa
Tenggara Barat.
Bagi NTB, hadirnya Kodam
XXX/Rinambora memiliki arti penting. Sebelumnya, wilayah NTB berada dalam
struktur teritorial Kodam IX/Udayana. Kini, NTB memiliki komando kewilayahan
tersendiri yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi pertahanan sekaligus pembinaan
teritorial di daerah.
Edi Saputra Emban Amanah
Pertama
Seiring dengan peresmian
tersebut, Mayjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han., dipercaya menjadi Pangdam
XXX/Rinambora pertama. Presiden Prabowo menyerahkan tongkat komando dan lambang
satuan sebagai bagian dari prosesi pengukuhan pimpinan Kodam baru tersebut.
Amanah itu membawa tanggung jawab
besar. Sebagai pimpinan pertama, Edi Saputra dituntut membangun fondasi
organisasi sekaligus memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional,
adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan wilayah.
Dalam keterangannya, Edi
menegaskan bahwa terbentuknya Kodam XXX/Rinambora bukan sekadar perubahan
struktur organisasi. Menurutnya, kehadiran satuan baru tersebut harus diikuti
dengan pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat.
“Terbentuknya Kodam XXX/Rinambora
merupakan amanah besar sekaligus tanggung jawab dalam memperkuat pertahanan
negara. Kami siap melaksanakan tugas secara profesional, adaptif dan responsif,
serta senantiasa membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa dan
masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Tuturnya.
Hadir untuk Masyarakat
Lebih dari sekadar memperkuat
struktur komando, Kodam XXX/Rinambora diharapkan mampu menjadi bagian dari
kehidupan masyarakat NTB. Prajurit tidak hanya dituntut siap menjalankan tugas
pertahanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Semangat tersebut menjadi penting
karena kekuatan pertahanan tidak berdiri sendiri. Sinergi antara TNI, Polri,
pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting
dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Dengan semangat HUT ke-81 TNI,
kami berkomitmen menjadikan Kodam XXX/Rinambora sebagai satuan yang
profesional, modern, adaptif dan dicintai rakyat. Prajurit harus senantiasa
hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat serta menjaga kepercayaan
yang telah diberikan oleh negara,” tegasnya.
Karena itu, soliditas internal
menjadi salah satu perhatian utama. Peningkatan profesionalisme prajurit juga
perlu berjalan seiring dengan penguatan komunikasi dan kerja sama lintas
sektor.
Tonggak Baru Pertahanan NTB
Nama Rinambora sendiri memiliki
kedekatan kuat dengan identitas geografis NTB. Nama tersebut merujuk pada
gabungan dua gunung ikonik di wilayah itu, yakni Rinjani dan Tambora.
Kehadirannya sebagai nama Kodam baru memberi simbol keterikatan antara organisasi
pertahanan dengan karakter wilayah NTB.
Peresmian Kodam XXX/Rinambora
pada momentum HUT ke-81 TNI pun menjadi tonggak baru bagi pertahanan wilayah
NTB. Ke depan, keberadaan Kodam ini diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas
pertahanan dan pembinaan teritorial di seluruh wilayah provinsi.
Di bawah kepemimpinan Mayjen TNI
Edi Saputra, Kodam XXX/Rinambora diharapkan tumbuh sebagai organisasi yang
profesional dan dekat dengan rakyat. Dengan sinergi yang kuat, satuan baru
tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas
wilayah serta mendukung kepentingan bangsa dan negara.
Momentum bersejarah itu sekaligus menegaskan satu pesan penting: kekuatan pertahanan bukan hanya tentang organisasi dan struktur, tetapi juga tentang pengabdian, kehadiran, serta kepercayaan masyarakat.

