LEMBAR – Basarnas Mataram secara resmi menutup operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pasca-insiden terbakar dan tenggelamnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Evaluasi yang digelar di Ruang VIP Operasional ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu sore (19/08/2026).
Rapat yang dipimpin Kepala Basarnas Mataram Muhammad Hariyadi ini dihadiri oleh Kepala KSOP Kelas III Lembar Samsyurizal, GM ASDP Lembar Handoyo Triyanto, perwakilan Danlanal Mataram, BPTD Kelas II, Jasa Raharja, Gapasdap, Polsek KP3, serta perwakilan keluarga korban.
Penyisiran Udara, Laut, dan Darat Seluas 12.537 NM²
Dalam pemaparannya, Kepala Basarnas Mataram mengungkapkan bahwa seluruh alutsista gabungan TNI/Polri, potensi SAR, dan instansi kepelabuhanan dari wilayah NTB hingga Bali telah dikerahkan maksimal. Area pencarian bahkan diperluas hingga memasuki perairan Samudra Hindia dengan total cakupan wilayah mencapai 12.537 nautical miles square (NM²).
Operasi SAR memanfaatkan gabungan alutsista strategis:
Alutsista Udara: Pesawat Casa C-212 TNI AL, Helikopter SIG, dan Helikopter Basarnas.
Alutsista Laut & Darat: Armada kapal patroli lintas instansi dan armada operasional darat Basarnas, dengan turut menyertakan perwakilan keluarga korban on board ke titik-titik lokasi pencarian.
"Memasuki perpanjangan hari ke-8, penyisiran di titik-titik yang diminta oleh keluarga telah kita penuhi seluruhnya. Namun hasil penelusuran tetap nihil—tidak ditemukan lagi puing-puing bangkai kapal maupun tanda-tanda keberadaan sisa korban," papar Muhammad Hariyadi.
Rekapitulasi Data Korban dan Manifest KMP Putri Yasmin
Basarnas merilis data akhir operasi SAR terkait selisih jumlah manifes dan korban terevakuasi di lapangan, Manifes Resmi : 131 Orang. Realisasi Total: 212 Selamat, 1 Meninggal dan 4 Hilang)
Investigasi Penyebab Kebakaran oleh KNKT
Mewakili pihak keluarga korban, Tika (kerabat dari I Made Sutarjana) menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tim SAR gabungan, sekaligus mempertanyakan proses investigasi terkait penyebab kebakaran kapal.
Kepala KSOP Kelas III Lembar, Samsyurizal, S.Kom., menyampaikan rasa duka cita mendalam dan menjelaskan bahwa proses investigasi sebab-musabab kebakaran saat ini tengah ditangani secara khusus oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Penjelasan Otoritas Pelabuhan: "Investigasi keselamatan transportasi oleh KNKT umumnya memakan waktu hingga 3 bulan. Proses ini melibatkan tim ahli independen untuk menguji seluruh material dan kronologi guna mencari penyebab pasti kebakaran, bukan untuk menentukan kelalaian pidana melainkan rekomendasi keselamatan berlayar," terang Samsyurizal.
Operasi Resmi Ditutup
Tepat pukul 17.35 Wita, Kepala Basarnas Mataram secara resmi menyatakan Operasi SAR KMP Putri Yasmin ditutup. Penanganan selanjutnya akan berfokus pada proses identifikasi, penyelesaian santunan asuransi oleh PT Jasa Raharja, serta pengawalan investigasi teknis KNKT.
