Lombok Barat - Operasi SAR korban insiden kebakaran KMP Putri Yasmin memasuki hari ke-5. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah armada, yakni Kapal SAR RBB Basarnas NTB, Kapal SAR RIB Basarnas NTB, serta Kapal SAR 220 Basarnas NTB untuk menyisir sejumlah titik yang telah dipetakan berdasarkan informasi dan perkembangan operasi sebelumnya.
Dalam pelaksanaan pencarian, Minggu (16/8), personel SAR dibagi menjadi 2 tim, yakni tim siaga darat dan tim siaga laut. Tim siaga darat bergerak sekitar pukul 08.00 Wita dengan menyisir sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Teluk Mekaki, Blongas hingga kawasan Kuta, Lombok Tengah. Sementara itu, tim siaga laut diberangkatkan sekitar pukul 08.40 Wita menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB 02) yang dipimpin oleh Cpt. Sapoan bersama empat personel Basarnas dan mendapat dukungan dua personel Dit Polairud Polda NTB.
Penyisiran melalui jalur laut diarahkan ke wilayah Perairan Tanjung Karang dan Senggigi. Dalam operasi tersebut, salah satu pihak keluarga korban, Made Sutarjana, turut bergabung untuk membantu pencarian. Tim SAR juga melakukan pemetaan wilayah pencarian menggunakan SAR Maps guna menentukan area yang menjadi prioritas penyisiran, sementara Basarnas Denpasar melakukan operasi di wilayah perairan sekitar Nusa Penida dengan mengerahkan KN Arjuna.
Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak keluarga, masih terdapat 4 orang yang belum ditemukan, yakni I Made Sutarjana (57), Selvina Rambumai (29), Yasir Arafad alias Bayu (37), dan Slamet Yulianto (40). Selain itu, 2 korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Patut Patuh Patju, Kabupaten Lombok Barat, yaitu Ardian (37) yang saat ini dirawat di ruang HCU serta Maria Falentina yang masih menjalani rawat inap.
Hingga pelaksanaan operasi pencarian hari kelima, keempat korban yang dilaporkan belum ditemukan. Sementara itu, untuk keberadaan KMP Putri Yasmin, tidak terdapat perkembangan tambahan yang dilaporkan dalam operasi pencarian tersebut. Tim SAR tetap melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang telah ditentukan dengan harapan dapat menemukan keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang.
