HUT ke-81 RI: 3.170 WBP se-NTB Terima Remisi Kemerdekaan, 26 Orang Langsung Bebas - Kabar Lobar

HUT ke-81 RI: 3.170 WBP se-NTB Terima Remisi Kemerdekaan, 26 Orang Langsung Bebas

Share This

HUT ke-81 RI: 3.170 WBP se-NTB Terima Remisi Kemerdekaan, 26 Orang Langsung Bebas

LOMBOK BARAT – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 3.170 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima Remisi Umum (RU) dan Pengurangan Masa Pidana. Penyerahan remisi dipusatkan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dusun Pemangket, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Senin (17/08/2026).


Rincian Penerima Remisi Kemerdekaan di NTB


Kakanwil Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, memaparkan bahwa seluruh usulan remisi dari Kantor Wilayah NTB sebanyak 3.170 orang telah disetujui penuh. Besaran pemotongan masa pidana bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan:


Remisi 1 Bulan: 399 orang (389 narapidana, 10 anak binaan);

Remisi 2 Bulan: 663 orang (657 narapidana, 6 anak binaan);

Remisi 3 Bulan: 1.078 orang (1.075 narapidana, 3 anak binaan);

Remisi 4 Bulan: 599 orang;

Remisi 5 Bulan: 305 orang;

Remisi 6 Bulan: 100 orang.


Dari total penerima remisi, sebanyak 26 orang mendapatkan Remisi Umum II (RU II) atau langsung bebas, dengan rincian: Lapas Kelas IIA Lombok Barat (6 orang), Lapas Kelas IIA Sumbawa (8 orang), Lapas Kelas IIB Selong (3 orang), Lapas Kelas IIB Dompu (2 orang), LPKA Kelas II Lombok Tengah (1 orang), Lapas Perempuan Kelas III Mataram (5 orang), dan Rutan Kelas IIB Praya (1 orang).


Pesan Gubernur NTB: Kemerdekaan dan Transformasi Diri


Penyerahan SK Remisi dilakukan secara simbolis oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal didampingi Wakil Bupati Lombok Barat, Kakanwil Ditjenpas NTB, dan Kalapas Kelas IIA Lombok Barat.


Dalam arahannya, Gubernur NTB menekankan bahwa peringatan 17 Agustus harus dirasakan oleh seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.


"Remisi ini jangan hanya dilihat sebagai pengurangan masa hukuman, tetapi harus dimaknai bahwa kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajahan, melainkan bagaimana kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik. Ini adalah bentuk penghargaan atas perubahan perilaku positif yang ditunjukkan selama berada di lembaga pemasyarakatan," tegas Gubernur.


Beliau juga mengapresiasi berbagai program pembinaan di lapas, termasuk pelatihan literasi keuangan, sebagai bekal bagi warga binaan ketika kembali dan berbaur di tengah masyarakat.


Peninjauan Produk UMKM Karya Warga Binaan


Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan Galeri Lapas Lombok Barat dan pameran produk UMKM hasil karya warga binaan. Para pejabat yang hadir melihat langsung berbagai hasil kerajinan dan karya produktif yang menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian di dalam lapas.