Kabar Lobar – Lombok Barat, Masyarakat Desa Punikan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, mulai mengembangkan komoditas gula aren menjadi produk olahan berupa gula aren cair atau sirup gula aren.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram yang dipimpin Ali Akbar Hidayat, bersama Yayasan Wakaf Gelar Hidup dan masyarakat Desa Punikan.
Ali Akbar Hidayat mengatakan, pengembangan gula aren cair merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas aren yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan dalam bentuk air nira segar dan gula aren batangan.
“Pengembangan produk gula aren cair ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas aren masyarakat Desa Punikan,” ujar Ali Akbar Hidayat, Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, melalui diversifikasi produk, masyarakat diarahkan untuk menghasilkan produk yang lebih praktis, memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, serta berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada 10 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan praktik produksi serta penerapan teknologi pada 29 Juni 2026.
Dalam praktik tersebut, masyarakat terlibat langsung dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari peleburan gula aren, pencampuran dengan air, pemasakan, penyaringan, pengukuran tingkat kekentalan hingga pengemasan produk.
Salah satu teknologi sederhana yang diperkenalkan adalah refraktometer Brix. Alat tersebut digunakan untuk membantu mengukur konsentrasi dan menjaga konsistensi mutu gula aren cair.
Pada produksi awal, masyarakat berhasil menghasilkan sebanyak 30 botol gula aren cair dengan hasil pengukuran mencapai 65 °Brix. Hasil tersebut menjadi data awal untuk penyempurnaan proses produksi berikutnya agar karakteristik produk semakin konsisten.
Setelah tahap produksi, gula aren cair hasil pengembangan masyarakat Desa Punikan kemudian memasuki tahap uji pasar. Produk tersebut diserahkan kepada The Gade Coffee Shop Ampenan dan Kopi Keliling Kota Mataram untuk diuji sebagai bahan pemanis minuman kopi.
Ali Akbar Hidayat menjelaskan, proses hilirisasi tidak hanya berfokus pada kemampuan masyarakat dalam memproduksi gula aren cair.
“Masyarakat juga didorong untuk memahami pengendalian mutu, pengemasan, pencatatan biaya, penetapan harga, serta peluang pemasaran,” jelasnya.
Ke depan, pengembangan produk akan difokuskan pada standardisasi formula dan proses produksi, peningkatan higiene dan sanitasi, penguatan identitas produk dan kemasan, serta perluasan jaringan pemasaran.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong gula aren Desa Punikan menjadi produk lokal bernilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

