Kabar Lobar — Lombok Barat, Sebuah video yang memperlihatkan kaca jendela sebuah truk pecah setelah diduga dilempar menggunakan tongkat lampu lalu lintas (stick lamp) oleh oknum petugas di kawasan Jembatan Timbang Bertais, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial.
Video tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang memperlihatkan keributan antara pengemudi truk dengan sejumlah orang di lokasi kejadian beredar luas. Dalam unggahan tersebut, pengemudi truk juga disebut mengalami luka ringan akibat insiden yang diduga terjadi di kawasan jembatan timbang tersebut.
Video diketahui diunggah oleh salah satu pengguna Facebook pada Senin (21/9/2026). Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti waktu terjadinya peristiwa yang disebut dalam unggahan tersebut.
Dalam keterangannya, pengunggah menyebut seorang oknum petugas Jembatan Timbang Bertais diduga melempar kendaraan truk yang melintas menggunakan tongkat lampu lalu lintas hingga menyebabkan kaca jendela kendaraan pecah.
Unggahan tersebut juga mempertanyakan tindakan yang diduga dilakukan petugas terhadap pengemudi. Pengunggah menilai tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi perlu mendapat perhatian dan diklarifikasi oleh pihak berwenang.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar sejumlah orang mempertanyakan alasan terjadinya pelemparan terhadap truk tersebut. Salah seorang pria bahkan berulang kali meminta penjelasan mengenai tindakan tersebut.
“Ini apa maksudnya nglempar ini? Kenapa dilempar itu mobilnya? Kenapa ini dilempar?” ujar seorang pria dalam rekaman video tersebut.
Situasi dalam video kemudian terlihat semakin memanas. Seorang pria lainnya menyebut bagian kepala pengemudi truk terkena lemparan dan meminta agar tindakan serupa tidak kembali dilakukan terhadap rekannya.
“Kepalanya kena lho itu, Pak! Jangan kamu lempar-lempar teman saya ya!” katanya.
Di tengah situasi tersebut, terdengar pula suara seorang pria yang berupaya menenangkan pihak-pihak yang terlibat. Ia meminta agar persoalan tersebut ditunggu karena disebut akan ada pihak lain yang menangani.
“Enggak, enggak, sebentar, sebentar. Tunggu aja. Ada yang ngurus sendiri kok,” ucapnya.
Dalam rekaman yang sama, seorang pria mengaku sebagai pengemudi truk yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Bukan saya, saya sopirnya. Saya yang bawa mobil dari tadi ya,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini identitas petugas yang diduga terlibat, penyebab terjadinya pelemparan, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Begitu pula dengan informasi mengenai luka yang disebut dialami pengemudi masih membutuhkan konfirmasi dari pihak terkait.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat, M. Hendrayadi, memberikan klarifikasi mengenai identitas petugas yang disebut dalam unggahan media sosial.
Hendrayadi menegaskan bahwa petugas yang terlihat dalam rekaman video tersebut bukan merupakan anggota Dishub Kabupaten Lombok Barat.
Menurutnya, meskipun secara geografis Jembatan Timbang Bertais berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat, fasilitas tersebut tidak berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Bertais bukan wilayah hukum Lombok Barat. Jadi, tidak mungkin ada anggota Dishub Lobar dengan seragam beraktivitas di Bertais,” kata Hendrayadi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan Jembatan Timbang Bertais berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan, bukan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat.
“Jadi, itu langsung di bawah Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Hendrayadi juga menyebut telah melihat rekaman video yang beredar. Berdasarkan pengamatannya terhadap video tersebut, ia memastikan tidak terdapat anggota Dishub Lombok Barat yang terlihat dalam insiden itu.
“Dari gambar di atas, tidak ada anggota Dishub Lobar,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan adanya unggahan di media sosial yang menurutnya dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai identitas maupun instansi petugas yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Hendrayadi mengingatkan masyarakat agar terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkan sebuah informasi, terlebih apabila informasi tersebut berkaitan dengan institusi pemerintah.
“Harusnya yang posting di medsos itu lihat dulu, jangan asal posting,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola Jembatan Timbang Bertais maupun Kementerian Perhubungan mengenai dugaan pelemparan tersebut.
Belum diketahui pula apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian atau tengah ditindaklanjuti melalui pemeriksaan internal. Identitas pihak yang diduga melakukan pelemparan, motif atau alasan tindakan tersebut, serta kronologi secara utuh masih menunggu klarifikasi dari instansi yang berwenang.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui media sosial tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada seluruh pihak terkait agar fakta kejadian dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak. (Red)

